• Breaking News

    Recent Comment

    Selasa, 01 November 2011

    China Bakal Luncurkan Pesawat Antariksa Tanpa Awak

    Sebagai langkah awal untuk membangun stasiun ruang angkasa pertamanya pada 2020 nanti, rencananya Selasa (1/11/2011), China akan meluncurkan sebuah pesawat antariksa tak berawak.

    Menurut kantor berita Xinhua, Senin (31/10), pesawat yang diberi nama Shenzhou VIII akan meluncur dari padang pasir Gobi di bagian baratlaut China pada pukul 5.58 waktu setempat Selasa (pukul 4.58 WIB).

    Pesawat itu akan bergabung dengan Tiangong-I, atau "Heavenly Palace", modul percobaan akhir tahun ini di tempat yang akan menjadi tempat masuk dok pertama China di ruang angkasa. Jika itu berhasil, modul itu kemudian akan bergabung dengan dua pesawat antariksa lagi, sedikitnya satu yang akan diawaki, pada 2012.

    China telah memulai program penerbangan antariksa berawaknya pada 1990, setelah negara itu membeli teknologi Rusia yang telah memungkinkannya untuk menjadi negara ketiga yang akan mengirim manusia ke ruang angkasa, setelah bekas Uni Soviet dan Amerika Serikat.

    Negara itu bermaksud merampungkan stasiun ruang angkasanya, tempat para astronout dapat tinggal selama beberapa bulan, seperti yang mereka lakukan di ISS (Stasiun Ruang Angkasa Internasional ) atau bekas Rusia MIR, pada 2020.
    China telah meluncurkan penerbangan antariksa berawak pertamanya pada 2003 dan menganggap program ruang angkasanya yang ambisius sebagai simbul status globalnya.

    Peluncuran Tiangong-1 pada 29 September -- sebelum Hari Nasional China pada 1 Oktober -- dihadiri oleh Perdana Menteri Wen Jiabao, sementara Presiden Hu Jintao menyaksikan dari sebuah pusat pengawasan penerbangan ruang angkasa di Beijing.

    Tapi China melakukan pengejaran di arena ruang angkasa dan penggabungan di tempat parkir antariksa yang direncanakan akhir tahun ini akan berusaha menyamai atau melebihi apa yang Amerika dan Rusia capai pada 1960-an.

    Xinhua mengatakan teknologi "docking" adalah sangat penting bagi keberhasilan ambisi stasiun ruang angkasa China.

    "Penguasaan teknologi itu akan membuat mungkin bagi China untuk melakukan ekplorasi ruang angkasa skala besar," kata Zhou Jianping, kepala perancang program ruang angkasa berawak China, sebagaimana dikutip oleh Xinhua. (ans/aef)

    Tidak ada komentar:

    Fashion

    Beauty

    Travel